Islamabad, Duta Besar LBBP RI, Bapak Ishak Latuconsina, Msc dengan didampingi Sekretaris III fungsi ekonomi telah menghadiri Rapat kerja Pimpinan Kementerian Luar Negeri dengan Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri tahun 2010 yang di mulai sejak tanggal 04 s/d 09 Februari 2010.
Kegiatan Raker tersebut di Buka secara resmi pada tanggal 4 Februari 2010 oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Presiden RI pada arahannya antara lain menyampaikan dua hakikat misi Diplomat yaitu : (1) memperjuangkan kepentingan nasional dengan turunannya, termasuk melindungi WNI di negara akreditasi ; (2) memelihara dan meningkatkan hubungan baik antara bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di Dunia , antara rakyat Indonesia dengan rakyat di Negara akreditasi. Presiden juga menyampaikan tiga pilar dari pembangunan jangka menengah yaitu pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat, Demokrasi, dan Keadilan. Dalam kesempatan itu pula Presiden RI menyampaikan 4 peran khusus yang diminta dari para diplomat yaitu (1) Menjadi Lobbyist yang unggul, (2) Menjadi Inteligent analyst yang baik, (3) menjadi Opportunity Seeker, dan (4) Menjadi Image Builder.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI, Bapak Dr. R.M. Marty M. Natalegawa pada pengarahannya pada tanggal 4 Februari 2010, antara lain menekankan bahwa para Kepala Perwakilan RI dan Diplomat adalah komponen dari mesin diplomasi harus bekerja keras tanpa mengenal lelah, secara cermat, cerdas dan cakap untuk memastikan tecapainya misi Diplomasi untuk kepentingan Bangsa dan Negara. Menlu mengaskan bahwa Politik Luar Negeri dan diplomasi harus diabdikan untuk mencapai 3 pilar pembangunan yang telah digariskan oleh Pemerintah untuk periode 5 tahun kedepan. Keduanya harus dijadikan alat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan rakyat, harus menjadi bagian dari proses mematangkan kehidupan demokrasi di tanah air, dan harus dapat berkontribusi terhadap terjaminnya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Rapat Kerja Pimpinan Kementerian Luar Negeri dengan Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri ditutup oleh Menteri Luar Negeri RI pada tanggal 9 Februari 2010 bertempat di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI.
Setelah menghadiri Raker Keppri 2010 Duta Besar RI untuk Pakistan melakukan kesempatan untuk bertemu dengan beberapa menteri dan pejabat tinggi negara yaitu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Ketua DPR RI, Menteri Pertahanan RI, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Dirjen Haji Kementerian Agama guna membahas dan follow up mengenai agenda-agenda kegiatan dalam meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia – Pakistan .
Pertama, Peretemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Bapak Djoko Suyanto (10/02/10) , membicarakan mengenai penyelenggaraan pertemuan Joint Working Group on Combating International Terorism between Indonesia and Pakistan (JWG-CIT) ke -2 semula dijadwalkan akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan April 2009, namun kemudian dibatalkan, sehubungan dengan hal tersebut, Duta Besar RI untuk Pakistan meminta kiranya Menteri koordinator Bidang politik, Hukum dan Keamanan dapat mengagendakan pertemuan tersebut dalam waktu dekat demi mempertahankan efektifitas Mou on Combating International Terorism antara Indonesia dan Pakistan.
Kedua, Pertemuan Ketua DPR RI, Bapak H. Marzuki Ali, SE., MM (11/02/10). Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk Membicarakan kemungkinan peningkatan kerjasama antar Parlemen Indonesia – Pakistan dan kegiatan saling kunjung anggota parlemen dari kedua negara sebagai bentuk kongkrit dari upaya untuk lebih mempererat hubungan bilateral Indonesia-Pakistan yang sudah terjalin selama ini dan mendapat respon Positif oleh ketua DPR RI dengan menyampaikan komitmennya untk mengundang Speaker National Assembly Pakistan, Dr. Fehmida Mirza untuk berkunjung ke Jakarta.
Ketiga, Pertemuan Dengan Menteri Pertahanan RI, Bapak Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro MSc.,MA.,Ph.D (11/02/10). Maksud dan tujuannya adalah untuk membicarakan persiapan penandatanganan Agreement Between the Goverment of the Republic of Indonesia and the Goverment of the Islamic Republic of Pakistan on Cooperative Activities in the Field of Defence (DCAA) dengan Menteri Pertahanan RI, Duta Besar RI menyampaikan hasil Call on kepada Menteri Pertahanan Pakistan, Chaudry Ahmed Mukhtar pada tanggal 15 Januari 2010, dimana Mr. Chaudry Ahmed Mukhtar telah menyampaikan kesediaannya untuk berkunjung ke Indonesia sekitar bulan April 2010 untuk menandatangani DCAA antara Indonesia dan Pakistan di Jakarta.
Keempat, di hari yang sama (11/02/10) melanjutkan pertemuan dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Linda Amalia Sari bertempat di kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam Kesempatan tersebut Duta Besar RI Membicarakan upaya peningkatan hubungan kerjasama di bidang Pemberdayaan Perempuan antara Indonesia-Pakistan melalui penjajakan saling kunjung antara Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan anak RI dengan Minister of Women Development Pakistan.
Kelima, dihari yang sama Duta Besar RI juga melakukan pertemuan dengan Dirjen Haji Kementerian Agama RI, Bapak H. Slamet Riyanto. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk membicarakan masalah Tenaga Muslim (Temus) Haji, khususnya terkait permintaan mahasiswa Indonesia di Pakistan untuk pemberian kembali jatah Temus Indonesia, sebagai bagian dari pembinaan masyarakat Indonesia di Pakistan oleh KBRI. Dalam kesempatan tersebut Duta Besar RI menjelaskan mengenai arti penting dari pemberian kembali jatah Temus kepada mahasiswa Indonesia dan meminta kiranya Kementerian Agama RI dapat memberikan kembali jatah Temus Haji kepada Mahasiswa Indonesia di Pakistan, Dalam Balasannya Dirjen Haji menyampaikan bahwa kementerian Agama dapat memahami permintaan dari mahasiswa Indonesia di Pakistan untuk mendapatkan kembali jatah Temus Haji dan menegaskan bahwa kementerian Agama akan terus berupaya untuk memenuhi permintaan jatah temus haji dimaksud.
Selain melakukan pertemuan dengan beberapa Menteri dan Pejabat Pemerintah RI, Duta Besar RI juga berkesempatan bertemu dengan para pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Jakarta (3/02/10) , maksud utama dari pertemuan tersebut adalah untuk membicarakan strategi yang dapat ditempuh untuk mengembalikan pertumbuhan ekspor Palm Oil Indonesia ke Pakistan yang dalam beberapa waktu belakangan ini mengalami penurunan yang signifikan [.]