Kontak Kami   |       Visa Info   |   Site Map

Gedung KBRI Islamabad
Latest Info
Subsribe your email to Embassy's lates info


Indonesia At Glance
  • Pengusaha Pakistan Sambut Baik Rencana Pembentukan Joint Business Council Antara Indonesia-Pakistan

    edit jamuan makan 1.jpg

     

    Islamabad - Duta Besar RI untuk Pakistan, Bapak Ishak Latuconsina telah mengadakan jamuan makan malam (01/03/2010) di Wisma Duta dengan mengundang beberapa pengusaha/importir palm oil Pakistan dalam tujuan rencana membentuk Joint Business Council antara Indonesia dan Pakistan serta membahas seputar perdagangan Palm oil antara Indonesia-Pakistan.


    Duta Besar RI menyampaikan dalam sambutannya bahwa dalam periode tahun fiskal 2008-2009 statistik perdagangan palm oil antara Indonesia-Pakistan mengalami penurunan serta ekspor palm oil Indonesia pada tahun 2007-2008 turun secara dramatik, dan momen ini dapat dijadikan jalan untuk menemukan solusi bagi peningkatan palm oil antara Indonesia dan Pakistan. Untuk memfasilitasi kerjasama bisnis antara kedua Negara Duta Besar RI berencana untuk mebentuk Joint Business Council antara Indonesia-Pakistan guna memperkuat kerjasama antara komuniti bisnis, sharing dan tukar Informasi, untuk menyelesaikan disputes perdagangan, dan untuk mengidentifikasi segala masalah yang akan dihadapi dalam perdagangan kedua Negara. Dalam sambutannya beliau juga menambahkan bahwa kami telah bekerja keras untuk memfinalisasi Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Pakistan dan berharap bahwa itu akan ditandatangani segera setelah pertemuan TNC ketujuh. Pemerintah Indonesia akan selalu mendukung dan memfasilitasi perdagangan dan investasi Pakistan dengan Indonesia.


    Dalam acara dinner tersebut pengusaha/Importir palm oil Pakistan menyambut baik dan mendukung atas rencana pembentukan Joint Business Council antara Indonesia-Pakistan yang tentunya dapat membantu sekali untuk meningkatkan perdagangan bagi kedua Negara. Pengusaha/Importir palm oil Pakistan sepakat akan melakukan pendekatan ke Kementerian Perdagangan Pakistan untuk mengupayakan PTA antara Indonesia-Pakistan dapat di finalisasi dalam waktu dekat.


    Di akhir acara Dinner Staff dari Fungsi Ekonomi KBRI Islamabad melakukan presentasi beberapa agenda yang telah dijalani antara kedua negara ini mengenai perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, dan dijelaskan pula pada presentasi tersebut bahwa kerjasama antara kedua negara ini telah menghasilkan beberapa kegiatan yaitu dengan didirikannya Trade Negotiating Committee (TNC)[.]

  • Silatuhrahmi Dengan Masyarakat Indonesia Dalam Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

    edit maulid nabi 1.jpg

     

    Islamabad - Banyak hikmah yang kita dapat dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yaitu membuat kita selalu mengingatnya dan menjalani sunnahnya, menjadikan kita untuk membentuk pribadi seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW serta mensinergikan antara kehidupan duniawi dengan kehidupan akhirat yaitu menyeimbangkan antara pekerjaan dengan agama berikut petikan sambutan yang disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Pakistan, Bapak Ishak Latuconsina, MSc dalam acara memperingati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW  (27/02) di Aula Budaya Nusantara KBRI Islamabad, dalam sambutanya belaiu juga menegaskan bahwa Acara Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga merupakan momen penting untuk kita dapat bertatap muka serta bisa saling menjalin tali silatuhrahmi dengan saudara-saudara semua  khususnya  masyarakat  Indonesia yang berada di Islamabad-Pakistan


     

    Acara Maulid tersebut selain  dihadiri oleh seluruh warga masyarakat Indonesia  di Pakistan tampak diantaranya adalah warga Negara Pakistan dan warga Negara asing yang Isteri atau suaminya maupun keluarganya adalah warga Negara Indonesia.

    Acara Maulid Nabi Muhammad SAW ini diisi dengan ceramah agama yang di sampaikan oleh Usdtadz Ihsanuddin, M.Phill salah seorang mahasiswa S2 di Islamic University Islamabad yang menceritakan tentang sejarah dan prilaku keseharian Nabi Muhammad SAW, serta menekankan beberapa kelebihan yang dimiliki Rasulullah diantaranya adalah Rasulullah merupakan seorang pemimpin agama sekaligus Politik & Militer, Rasulullah sebagai seorang revolusioner zaman Jahiliyah menuju Zaman Islamiyah, dan Rasulullah adalah sebagai seorang Muslihul Akhlaq Manusia ( Teladan dan Figur Umat).

     


    Acara Maulid Nabi Muhammad SAW  yang di selenggarakan oleh KBRI Islamabad ini diakhiri dengan pembacaan Doa, kemudian dilanjutkan ramah-tamah seluruh masyarakat Indonesia beserta seluruh Staff KBRI Islamabad dan Mahasiswa Indonesia  dengan saling tukar menukar Informasi sambil menikmati hidangan masakan Indonesia yang tentunya sebagai pengobat kerinduan terhadap Indonesia [.]

  • Implementasi MoU on Combating International Terorism Antara Indonesia Pakistan dan tuduhan Pemalsuan Visa RI

    edit bertenmu dengan rehman malik.jpg


     

    Islamabad, Federal  Minister for Interior Pakistan, Mr. A Rehman Malik dalam pertemuan dengan Duta besar RI untuk Pakistan (23/02) menyatakan kesediannya untuk hadir sebagai pejabat yang bertanggung jawab terhadap masalah keamanan di Pakistan dan sebagai tamu Pemerintah Indonesia dalam putaran ke dua Joint Working Group on combating International Terorism between Indonesia  and Pakistan (JWG-CIT) diJakarta, dimana Indonesia adalah sebagai tuan rumah dalam JWG-CIT tersebut.

    Dalam pertemuan dengan Federal Minister for Interior Pakistan (23/02), Duta Besar RI untuk Pakistan, Bapak Ishak Latuconsina, MSc membahas beberapa agenda penting yang diantaranya adalah pertama Membicarakan kelanjutan kerjasama Indonesia-Pakistan dalam perang melawan terorisme sebagaimana disepakati dalam MoU tentang “Combating International Terorism” antara Indonesia-Pakistan yang ditanda tangani pada tahun 2003. Sesuai dengan bunyi Article 3 MoU ini, untuk Pakistan, Ministry of Interior adalah focal point untuk kegiatan dan kerjasama dalam pelaksanaan MoU ini.  Kedua Membicarakan masalah Visa Kunjungan Warga Negara Pakistan ke Indonesia, sehubungan dengan adanya laporan di media setempat Pakistan tentang upaya pemalsuan Visa Indonesia.

    Duta Besar RI dalam pertemuan tersebut  menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pakistan khususnya pihak Militer dan aparat keamanan lainnya yang telah berhasil dalam operasi militer terhadap kekuatan extrimisme/militan/terorisme di Swat dan South Waziristan. Selanjutnya dalam kaitan kerjasama antara kedua negara dalam perang melawan terorisme Internasional dan sesuai dengan MoU tentang “Combating International Terorism”  yang telah ditandatangani oleh Indonesia-Pakistan pada tahun 2003 serta telah terbentuknya “Joint Working Group on Combating International Terorism between Indonesia and Pakistan (JWG-CIT)” , Duta Besar RI menyampaikan tentang kemungkinan pelaksanaan putaran ke II Joint Working Group di Jakarta pada tahun 2010. Giliran Indonesia sebagai tuan rumah JWG-CIT Meeting seyogyanya dilaksanakan pada bulan April 2009 namun tertunda karena adanya kegiatan dalam menghadapi PEMILU 2009  di Indonesia. Berkaitan dengan pemberitaan media setempat harian Jang berbahasa Urdu (23/02) mengenai usaha pemalsuan Visa kunjungan  Indonesia, Duta Besar RI mengulas kembali dari isi berita tersebut bahwa aparat keamanan dan Imigrasi Bandara Internasional Islamabad menangkap 8 (delapan) orang yang dituduh sebagai  pemalsu Visa kunjungan ke Indonesia dalam bulan Februari 2010. Selanjutnya Duta Besar RI mengharapkan adanya upaya dari pihak Kementerian Dalam Negeri Pakistan untuk mencegah dan mengusut pemalsuan Visa Indonesia tersebut . Federal Minister for Interior Pakistan, Mr. A Rehman Malik menerima dengan baik informasi tentang masalah pemalsuan Visa tersebut dan berjanji akan melakukan langkah-langkah untuk pengusutan lebih lanjut.

    Sebagai tindak lanjut dan hasil dari janji Interior Minister untuk mengusut masalah ini, pada keesokan harinya tanggal 24 Februari 2010 KBRI Islamabad menerima pengiriman 8 (delapan) Paspor Warga Negara Pakistan yang berisi Visa kunjungan ke Indonesia dari Federal Investigation Agency Pakistan (FIA) yang dituduh dipalsukan Visanya dan setelah dilakukan pengecekan oleh bagian Konsuler KBRI Islamabad ternyata Visa tersebut adalah asli dan benar-benar dikeluarkan oleh KBRI Islamabad. Hal ini menunjukan adanya kesalahan pihak Imigrasi Bandara Internasional Islamabad dalam pengecekan  atas keabsahan Visa-visa tersebut. Bahkan dikhawatirkan adanya kesengajaan untuk mempersulit perjalanan para pemegang Visa tersebut dengan motif tertentu.  Diperoleh informasi bahwa oknum tertentu di Imigrasi telah meminta bayaran sejumlah uang tertentu  agar pemegang Visa tersebut dapat diijinkan meninggalkan Bandara Internasional Islamabad.

    Merupakan prestasi yang luar biasa bagi Pemerintah Pakistan khususnya federal Minister for Interior, Mr A Rehman Malik dalam sekejap dapat mengungkap serta mengusut kasus tuduhan pemalsuan Visa kunjungan ke indonesia tersebut yang ternyata Visa tersebut adalah benar-benar asli dan ternyata adanya upaya pemerasan dari oknum tertentu di Imigrasi Bandara Internasional Pakistan terhadap pemegang paspor warga Negara Pakistan untuk berkunjung ke Indonesia, ini menandakan etikad baik Pakistan untuk terus menjaga Hubungan  bilateral antara Indonesia-Pakistan[.]

     

  • Duta Besar RI Melakukan Pertemuan dengan Beberapa Menteri dan Pejabat Pemerintah Setelah Raker KEPPRI 2010 di Jakarta

    pembukaan raker keppri 2 edit.jpg

     

     

    Islamabad, Duta Besar LBBP RI, Bapak Ishak Latuconsina, Msc dengan didampingi Sekretaris III fungsi ekonomi telah  menghadiri Rapat kerja Pimpinan Kementerian Luar Negeri dengan Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri tahun 2010 yang  di mulai sejak tanggal 04 s/d 09  Februari 2010.

    Kegiatan Raker tersebut di Buka secara resmi pada tanggal 4 Februari 2010 oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Presiden RI pada arahannya antara lain menyampaikan dua hakikat misi Diplomat yaitu : (1) memperjuangkan kepentingan nasional dengan turunannya, termasuk melindungi WNI di negara akreditasi ; (2) memelihara dan meningkatkan hubungan baik antara bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di Dunia , antara rakyat Indonesia dengan rakyat di Negara akreditasi. Presiden juga menyampaikan  tiga pilar dari pembangunan jangka menengah yaitu pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat, Demokrasi, dan Keadilan. Dalam kesempatan itu pula Presiden RI menyampaikan 4 peran khusus yang diminta dari para diplomat yaitu (1) Menjadi Lobbyist yang unggul, (2) Menjadi Inteligent analyst yang baik, (3) menjadi Opportunity Seeker, dan (4)  Menjadi Image Builder.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI, Bapak Dr. R.M. Marty M. Natalegawa pada pengarahannya pada tanggal 4 Februari 2010, antara lain menekankan bahwa para Kepala Perwakilan RI dan Diplomat adalah komponen dari mesin diplomasi harus bekerja keras tanpa mengenal lelah, secara cermat, cerdas dan cakap untuk memastikan tecapainya misi Diplomasi  untuk kepentingan Bangsa dan Negara. Menlu mengaskan bahwa Politik Luar Negeri dan diplomasi harus diabdikan untuk mencapai 3 pilar pembangunan yang telah digariskan oleh Pemerintah untuk periode 5 tahun kedepan. Keduanya harus dijadikan alat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan rakyat, harus menjadi bagian dari proses mematangkan  kehidupan demokrasi di tanah air, dan harus dapat berkontribusi terhadap terjaminnya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

     


    Rapat Kerja Pimpinan Kementerian Luar Negeri dengan Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri ditutup oleh Menteri Luar Negeri RI pada tanggal 9 Februari 2010 bertempat di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI.

    Setelah menghadiri  Raker Keppri 2010 Duta Besar RI untuk Pakistan melakukan kesempatan untuk bertemu dengan beberapa menteri dan pejabat tinggi negara yaitu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Ketua DPR RI, Menteri Pertahanan RI, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Dirjen Haji Kementerian Agama guna  membahas dan  follow up mengenai agenda-agenda kegiatan dalam meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia – Pakistan .



    Pertama, Peretemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Bapak Djoko Suyanto (10/02/10) , membicarakan mengenai penyelenggaraan pertemuan Joint Working Group on Combating International Terorism between Indonesia and Pakistan (JWG-CIT) ke -2 semula dijadwalkan akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan April 2009, namun kemudian dibatalkan, sehubungan dengan hal tersebut, Duta Besar RI untuk Pakistan meminta kiranya Menteri koordinator Bidang politik, Hukum dan Keamanan dapat mengagendakan pertemuan tersebut dalam waktu dekat demi mempertahankan efektifitas Mou on Combating International Terorism antara Indonesia dan Pakistan.

    Kedua, Pertemuan Ketua DPR RI, Bapak H. Marzuki Ali, SE., MM (11/02/10). Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk Membicarakan kemungkinan peningkatan kerjasama antar Parlemen Indonesia – Pakistan dan kegiatan saling kunjung anggota parlemen dari kedua negara sebagai bentuk kongkrit dari upaya untuk lebih mempererat hubungan bilateral Indonesia-Pakistan yang sudah terjalin selama ini dan mendapat  respon Positif oleh ketua DPR RI dengan  menyampaikan komitmennya untk mengundang Speaker National Assembly Pakistan, Dr. Fehmida Mirza untuk berkunjung ke Jakarta.

     

     

    Ketiga, Pertemuan Dengan Menteri Pertahanan RI, Bapak Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro MSc.,MA.,Ph.D (11/02/10). Maksud dan tujuannya adalah untuk membicarakan persiapan penandatanganan Agreement Between the Goverment of the Republic of Indonesia and the Goverment of the Islamic Republic of Pakistan on Cooperative Activities in the Field of Defence (DCAA) dengan Menteri Pertahanan RI, Duta Besar RI menyampaikan hasil Call on kepada Menteri Pertahanan Pakistan, Chaudry Ahmed Mukhtar pada tanggal 15 Januari 2010, dimana Mr. Chaudry Ahmed Mukhtar telah menyampaikan kesediaannya untuk berkunjung ke Indonesia sekitar bulan April 2010 untuk menandatangani DCAA antara Indonesia dan Pakistan di Jakarta.

     


    Keempat, di hari yang sama (11/02/10)  melanjutkan pertemuan dengan  Menteri Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak RI, Ibu Linda Amalia Sari bertempat di kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam Kesempatan tersebut Duta Besar RI  Membicarakan upaya peningkatan hubungan kerjasama di bidang Pemberdayaan Perempuan antara Indonesia-Pakistan melalui penjajakan saling kunjung antara Menteri Pemberdayaan Wanita  dan Perlindungan anak RI dengan Minister of Women Development Pakistan.

    Kelima, dihari yang sama Duta Besar RI juga melakukan pertemuan dengan Dirjen Haji Kementerian Agama RI, Bapak H. Slamet Riyanto. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk  membicarakan masalah Tenaga Muslim (Temus) Haji, khususnya terkait permintaan mahasiswa Indonesia di Pakistan untuk pemberian kembali jatah Temus Indonesia, sebagai bagian dari pembinaan masyarakat Indonesia di Pakistan oleh KBRI. Dalam kesempatan tersebut Duta Besar RI menjelaskan mengenai arti penting dari pemberian  kembali jatah Temus kepada mahasiswa Indonesia dan meminta kiranya Kementerian Agama RI dapat memberikan kembali  jatah Temus Haji kepada Mahasiswa Indonesia di Pakistan, Dalam Balasannya Dirjen Haji menyampaikan bahwa kementerian Agama dapat memahami permintaan dari mahasiswa Indonesia di Pakistan untuk mendapatkan kembali jatah Temus Haji dan menegaskan bahwa kementerian Agama akan terus berupaya untuk memenuhi permintaan jatah temus haji dimaksud.

    Selain melakukan pertemuan dengan beberapa Menteri dan Pejabat Pemerintah  RI, Duta Besar RI juga berkesempatan bertemu dengan para pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Jakarta (3/02/10) , maksud utama dari pertemuan tersebut adalah untuk membicarakan strategi yang dapat ditempuh untuk mengembalikan pertumbuhan ekspor Palm Oil Indonesia ke Pakistan yang dalam beberapa waktu belakangan ini mengalami penurunan yang signifikan [.]

  • University of Agriculture Faisalabad-Pakistan Menyambut Baik Peluang Kerja Sama Pendidikan

    agri.jpg

     

     

    Duta Besar RI untuk Pakistan , Bapak Ishak Latuconsina, M.Sc bersama rombongan telah melakukan lawatan kunjungan  (28/01) ke  Faisalabad-Pakistan, guna untuk membuka peluang kerjasama Pendidikan di bidang Pertanian antara Indonesia–Pakistan yang di motori Oleh University of Agriculture Faisalabad-Pakistan dengan Institute Pertanian Bogor (IPB) Indonesia. Beberapa point dari bentuk kerjasama diantaranya adalah pertukaran (exchange) tenaga pengajar dan pelajar antara kedua Instansi.

    Dalam kesempatan tersebut  Duta Besar RI untuk Pakistan disambut langsung oleh Rektor (Vice Chancellor) University of Agriculture  Faisalabad, Prof. Dr. Iqrar Ahmad Khan  dengan memberikan penjelasan selayang pandang tentang lembaga pendidikan yang dipimpinnya dan menyambut baik terhadap rencana kerjasama pendidikan antara kedua belah pihak, menurutnya ini sangat perlu sekali untuk digalang kerjasama sebagai share dalam segala hal baik itu system pendidikan serta pertukaran tenaga pengajar maupun pelajar antara Indonesia-Pakistan.

    Dalam kesempatan tersebut  Duta Besar RI untuk Pakistan, Bapak Ishak Latuconsia, M.Sc mengemukakan bahwa hal penting lainnya dalam peluang kerjasama  yang dapat diberikan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah meliputi Staff development (pengembangan staff), pertukaran pelajar serta pengajar , technical Assistance, Join riset, dan supply of equipment (penyediaan peralatan). Kantor program internasional IPB bekerja secara langsung dengan staf pengajar dan mahasiswa untuk mendukung dan memfasilitasi dimensi internasional pengajaran, penelitian, dan jasa dengan mempromosikan pendidikan internasional dan program-program magang, memfasilitasi jaringan internasional melalui pertukaran internasional dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan kerjasama
    Melihat kesepahaman tujuan dan objektivitas antara kedua belah pihak adalah merupakan  kolaborasi yang sangat potensial sekali dan memandang perlu adanya kerjasama yang intensip bagi kedua institusi pendidikan dalam bidang pertanian antara Indonesia dan Pakistan. Karena berbagai Negara sedang berusaha mengembangkan program pendidikan untuk meningkatkan potensi pertanian dan memenuhi kebutuhan pokok nasionalnya. Ditekankan juga bahwa kerjasama, berbagi pengalaman adalah cara terbaik untuk meningkatkan standar mutu pendidikan yang merupakan alat utama untuk berperan aktip dalam persaingan dunia. Dan diakhir sambutannya, beliau mengaharapkan ini merupakan langkah pertama untuk menjadikan kerjasama kedepan menjadi lebih baik dan berkesinambungan dengan menawarkan kemungkinan baru untuk pelajar dan khususnya bagi University of Agriculture Faisalabad untuk sebuah kolabarasi dan inovasi llmu. Dan tentunya akan menjembatani adanya MoU antara University of Agriculture dengan Pihak Institute Pertanian Bogor (IPB).

    Setelah acara pertemuan, Duta Besar RI untuk Pakistan beserta rombongan di beri kesempatan untuk  mengunjungi Kampus, Perpustakaan,dan beberapa institusi terkait diantaranya ; Institute of Soil & Evironment Sciences, Institute of Horticultural Sciences, National Institute of Food Sciences dan Technology yang kedepannya akan  dapat menambah informasi dan gambaran lebih mendalam tentang kampus University of Agriculture Faisalabad-Pakistan [.]


All articles : News

Tips

Belajar di Luar Negeri
Tips dan Informasi Pendidikan Di Luar Negri
Potensi Ekonomi Luar Negeri
Informasi dan Potensi Ekonomi Negara - Negara di Luar Negri
Tips Perjalanan dan Menetap
Informasi Tips perjalanan dan menetap di Luar Negri
Foto Gallery
Bulletin
Forms
Indonesian News
Banner
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan